Nyeri lutut saat ditekuk sering disebabkan oleh cedera meniskus atau ligamen, radang sendi, atau kelebihan beban akibat aktivitas berulang, dan penanganannya tergantung pada penyebab spesifiknya. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang apa yang mungkin terjadi, dan apa yang bisa Anda lakukan.

Nyeri lutut saat ditekuk: apa artinya

Lutut adalah sendi engsel terbesar dan paling kompleks di tubuh, sehingga rasa nyeri saat ditekuk bisa berasal dari beberapa struktur berbeda: tulang rawan, ligamen, tendon, atau bursa (kantong berisi cairan pelumas). Jika nyeri muncul tiba-tiba disertai bunyi "pop" saat cedera terjadi, lutut terasa tidak stabil, atau muncul rasa terkunci sehingga sulit diluruskan, ini biasanya menandakan cedera struktural seperti robekan ligamen atau meniskus, bukan sekadar keausan biasa.

Sebaliknya, jika nyeri berkembang bertahap dan lebih terasa setelah naik turun tangga, duduk terlalu lama, atau berdiri dalam waktu lama, ini lebih mengarah pada osteoartritis atau sindrom patellofemoral (nyeri di sekitar tempurung lutut akibat kerusakan jaringan lunak).

Ada juga dua penyebab lain yang sering terlewat. Tendinitis patella, atau yang lebih dikenal sebagai "jumper's knee", adalah peradangan pada tendon yang menghubungkan tempurung lutut ke tulang kering, dan paling sering dialami oleh orang yang banyak melompat, seperti pemain basket atau voli, dengan nyeri yang biasanya terasa tepat di bawah tempurung lutut saat ditekuk. Plica syndrome sedikit berbeda: plica adalah lipatan jaringan normal pada lapisan sendi lutut, yang dalam kondisi tertentu bisa meradang atau teriritasi akibat gerakan berulang, sehingga menimbulkan nyeri saat lutut ditekuk meski tidak ada cedera besar yang mendasarinya.

Penyebab nyeri lutut yang paling umum

Cedera ligamen atau meniskus

Meniskus adalah tulang rawan berbentuk seperti huruf C yang berfungsi sebagai peredam kejut di antara tulang paha dan tulang kering. Robekan meniskus biasanya terjadi akibat gerakan memutar lutut secara tiba-tiba saat kaki masih menapak kuat di tanah, misalnya saat berhenti mendadak ketika berlari atau berputar arah dalam olahraga seperti futsal atau basket. Cedera ligamen terjadi dengan mekanisme serupa, biasanya saat terpeleset, berhenti mendadak, atau benturan keras, dan sering disertai rasa lutut ingin "lepas" serta bengkak yang muncul cepat.

Radang sendi lutut (osteoartritis)

Osteoartritis adalah penyebab umum lainnya, terjadi ketika tulang rawan yang melapisi sendi lutut menipis akibat pemakaian bertahun-tahun, sehingga tulang saling bergesekan langsung. Kami sudah membahas jenis-jenis radang sendi secara lebih mendalam, termasuk perbedaannya dengan artritis reumatoid dan asam urat, di halaman kami tentang radang sendi (artritis).

Overuse atau kelebihan beban

Aktivitas berulang seperti berlutut, jongkok, atau menaiki tangga berkali-kali bisa memicu peradangan pada tendon (tendinitis) atau bursa (bursitis) tanpa harus ada cedera besar terlebih dahulu. Berat badan berlebih juga menambah tekanan signifikan pada lutut setiap kali berjalan atau berdiri, sementara penggunaan alas kaki yang tidak stabil, seperti sepatu hak tinggi, bisa membuat posisi tungkai bawah kurang seimbang dan menambah beban pada sendi lutut.

Kelompok yang paling berisiko mengalami overuse ini cukup beragam: atlet dan penggemar olahraga yang melibatkan lompatan atau perubahan arah mendadak (basket, voli, sepak bola), pekerja yang harus sering berjongkok atau berlutut dalam pekerjaannya (tukang bangunan, tukang kebun), serta orang dengan pekerjaan duduk dalam waktu lama, yang justru bisa membuat otot di sekitar lutut melemah dan kurang mampu menopang sendi dengan baik saat kembali aktif bergerak.

Kode ICD-10 untuk nyeri lutut

Bagi yang mencari informasi ini untuk keperluan administrasi medis atau klaim asuransi, sistem klasifikasi ICD-10 mengategorikan nyeri lutut secara umum dengan kode M25.56 (Pain in joint, knee), yang digunakan ketika penyebab pasti belum diketahui secara spesifik. Kode ini kemudian diperinci lagi menjadi M25.561 untuk nyeri di lutut kanan, M25.562 untuk lutut kiri, dan M25.569 jika lokasinya tidak ditentukan.

Jika penyebabnya sudah teridentifikasi lebih spesifik, kodenya berubah: osteoartritis lutut menggunakan kategori M17 (misalnya M17.11 untuk osteoartritis primer lutut kanan), sementara cedera ligamen atau robekan meniskus masuk kategori M23, dan keseleo pada ligamen lutut dikodekan sebagai S83.5. Kode-kode ini hanya untuk keperluan dokumentasi medis dan bukan pengganti diagnosis langsung dari dokter.

Cara mengatasi nyeri lutut

Kapan istirahat dan kompres cukup

Untuk nyeri ringan yang baru muncul, terutama akibat overuse atau cedera kecil, prinsip RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) biasanya cukup membantu: istirahatkan lutut dari aktivitas berat, kompres dengan es yang dibalut kain selama 15-20 menit beberapa kali sehari, gunakan perban elastis untuk mengurangi bengkak, dan tinggikan posisi kaki saat berbaring untuk membantu sirkulasi.

Kapan perlu fisioterapi atau dokter spesialis

Jika nyeri tidak membaik setelah beberapa hari perawatan mandiri, lutut terasa tidak stabil atau terkunci, muncul bengkak signifikan, atau Anda kesulitan menopang berat badan sama sekali, sebaiknya konsultasikan ke dokter ortopedi. Beberapa kondisi, seperti robekan ligamen ACL yang cukup serius atau robekan meniskus yang tidak kunjung sembuh setelah penanganan konservatif, kadang memerlukan tindakan operasi untuk memperbaiki struktur yang rusak.

Cara alami untuk membantu meredakan nyeri lutut

Selain penanganan medis, beberapa cara dan bahan alami juga bisa membantu meredakan nyeri lutut ringan hingga sedang, seperti kompres, kunyit, jahe, dan olahraga ringan yang tidak membebani sendi. Kami sudah membahas ini secara mendalam, lengkap dengan bukti ilmiah di baliknya, di halaman kami tentang cara alami untuk membantu meredakan nyeri sendi.

Kapan harus ke dokter

Segera periksakan ke dokter jika nyeri lutut muncul setelah benturan keras atau terjatuh, lutut terlihat berubah bentuk, Anda sama sekali tidak bisa menahan beban pada kaki tersebut, atau nyeri tidak membaik setelah satu hingga dua minggu perawatan dasar, idealnya disertai pemeriksaan pencitraan jika dokter merasa perlu.

Ada juga beberapa tanda yang menunjukkan Anda perlu segera ke unit gawat darurat, bukan sekadar membuat janji dengan dokter dalam beberapa hari ke depan: lutut yang sama sekali tidak bisa diluruskan atau ditekuk, deformitas yang terlihat jelas pada sendi, mati rasa atau kesemutan yang menjalar ke betis atau kaki, atau tanda-tanda infeksi seperti demam tinggi disertai kemerahan dan rasa hangat yang menyebar di sekitar lutut. Kombinasi gejala ini bisa menandakan kerusakan saraf, pembuluh darah, atau infeksi sendi yang memerlukan penanganan segera, bukan menunggu jadwal konsultasi biasa.

Pertanyaan umum seputar nyeri lutut

Bunyi sesekali tanpa disertai nyeri biasanya normal. Namun jika bunyi tersebut disertai nyeri atau bengkak, sebaiknya periksakan ke dokter.

Tidak selalu. Istirahat total dalam waktu lama justru bisa melemahkan otot di sekitar sendi. Mengurangi aktivitas yang memicu nyeri biasanya lebih baik daripada berhenti bergerak sepenuhnya.

Tidak. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari overuse sederhana hingga cedera ligamen atau meniskus. Radang sendi lebih mungkin jika nyeri bersifat konstan dan meningkat bertahap seiring usia.

Tergantung penyebabnya. Overuse sederhana bisa membaik dalam beberapa hari, sementara cedera ligamen atau meniskus bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat keparahannya.