Perbedaan utamanya terletak pada lokasi rasa nyeri dan bagaimana reaksinya terhadap gerakan: nyeri otot biasanya terasa lebih menyebar di sekitar area otot, dan sering membaik dengan gerakan ringan, sementara nyeri sendi terasa tepat di titik sendi dan cenderung memburuk, bukan membaik, dengan penggunaan. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang cara membedakan keduanya dan apa yang harus dilakukan.

Cara membedakan nyeri otot dan nyeri sendi

Beberapa tanda berikut bisa membantu Anda mengenali jenis nyeri yang Anda alami:

Nyeri otot Nyeri sendi
Lokasi Menyebar di area otot, kadang cukup luas Tepat di titik sendi, lebih spesifik
Dengan gerakan Biasanya membaik sedikit setelah kekakuan awal Cenderung memburuk dengan penggunaan berulang
Bengkak Jarang terlihat, meski terasa tegang Umum terjadi di sekitar sendi yang terdampak
Rasa saat digerakkan Nyeri tumpul atau seperti tertusuk Nyeri terasa saat sendi digerakkan atau berfungsi

Jika nyeri Anda lebih cocok dengan salah satu kolom, ini bisa jadi petunjuk awal yang baik, meski pada beberapa area seperti bahu, kedua jenis nyeri ini bisa bercampur (kami jelaskan lebih lanjut di bawah).

Ciri-ciri nyeri otot

Nyeri otot, atau mialgia, biasanya muncul setelah aktivitas fisik berlebihan, postur tubuh yang salah dalam waktu lama, atau ketegangan akibat stres. Secara fisiologis, ini sering dikaitkan dengan sirkulasi darah yang kurang lancar di otot yang bersangkutan, sehingga asam laktat yang dihasilkan saat beraktivitas tidak terbuang dengan baik dan menjadi rangsangan nyeri.

Ada dua bentuk yang sering tertukar tapi sebenarnya berbeda. Kram otot adalah kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak disengaja, biasanya berlangsung singkat namun terasa sangat nyeri, sering muncul di betis saat berolahraga atau bahkan saat tidur. Kejang otot lebih bersifat ketegangan otot yang bertahan lebih lama, sering dipicu oleh postur yang salah atau stres berkepanjangan, dan terasa seperti otot yang "mengeras" alih-alih kontraksi mendadak. Nyeri otot bisa terasa di bagian tubuh mana pun, mulai dari punggung, leher, lengan, hingga betis, dan umumnya membaik dengan istirahat, kompres hangat, dan peregangan ringan tanpa perlu penanganan khusus jika penyebabnya sekadar kelelahan otot.

Ciri-ciri nyeri sendi

Nyeri sendi, atau artralgia, terlokalisasi tepat di sendi dan sering disertai kekakuan, terutama di pagi hari atau setelah lama tidak bergerak. Berbeda dari nyeri otot, nyeri sendi bisa muncul bahkan tanpa gerakan sama sekali dan biasanya terasa nyeri tekan saat sendi disentuh. Penyebabnya beragam, mulai dari asam urat, osteoartritis, artritis reumatoid, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

Penyebab nyeri otot dan sendi

Nyeri otot pada dasarnya berasal dari gangguan pada otot itu sendiri, seperti kram, kejang otot, salah bantal, atau otot yang meregang berlebihan akibat aktivitas fisik atau olahraga. Nyeri sendi, sebaliknya, biasanya berasal dari struktur sendi yang mengalami kerusakan atau peradangan, entah karena keausan tulang rawan seiring usia, proses autoimun, atau penumpukan kristal asam urat.

Kami sudah membahas secara lebih mendalam berbagai penyebab spesifik nyeri sendi, termasuk perbedaan osteoartritis, artritis reumatoid, dan asam urat, di halaman kami tentang radang sendi (artritis), serta penyebab nyeri lutut secara khusus di halaman kami tentang nyeri lutut.

Kapan nyeri terasa di seluruh tubuh: apa artinya

Jika nyeri tidak terlokalisasi pada satu otot atau sendi saja, melainkan terasa di seluruh tubuh, ada baiknya mempertimbangkan kemungkinan lain. Fibromialgia adalah salah satu kondisi yang paling relevan di sini: menurut Perhimpunan Reumatologi Indonesia, fibromialgia menyebabkan nyeri menyebar di berbagai bagian tubuh seperti leher, bahu, punggung atas, dan pinggul, disertai kelelahan yang dialami hampir semua penderitanya. Kondisi ini bukan bentuk artritis, karena tidak menyebabkan peradangan pada sendi atau kerusakan jaringan, melainkan gangguan pada cara sistem saraf memproses sinyal nyeri.

Data prevalensi cukup bervariasi: National Institutes of Health mencatat sekitar 2-4% populasi dewasa terdampak secara global, dengan lebih dari 80% penderitanya perempuan berusia 30-55 tahun, sementara penelitian regional mencatat angka yang jauh lebih rendah di Asia. Penyebab pastinya belum diketahui, tapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, gangguan tidur, dan stres kronis.

Penting dicatat, tidak semua nyeri di seluruh tubuh berarti fibromialgia. Jika nyeri menyeluruh ini muncul bersamaan dengan demam, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau kelelahan ekstrem yang tidak biasa, sebaiknya jangan langsung berasumsi dan segera periksakan ke dokter, karena kombinasi gejala tersebut bisa menandakan kondisi lain yang perlu disingkirkan terlebih dahulu, seperti infeksi atau penyakit autoimun yang berbeda.

Mengapa nyeri bahu sulit dibedakan

Bahu memang pantas mendapat perhatian khusus, karena merupakan sendi dengan mobilitas tertinggi di tubuh, dan dikelilingi sangat rapat oleh empat otot dan tendon yang membentuk rotator cuff (supraspinatus, infraspinatus, teres minor, dan subscapularis). Karena kedekatan anatomis ini, cedera rotator cuff dikenal sulit didiagnosis, karena gejalanya bisa menyerupai kondisi lain seperti bahu beku atau radang sendi, dan sebaliknya, masalah pada sendi bahu juga bisa terasa seperti nyeri otot biasa.

Ada satu petunjuk praktis yang bisa membantu: nyeri yang memburuk saat berbaring di sisi bahu yang sakit, terutama di malam hari, lebih sering mengarah ke masalah pada rotator cuff dibanding nyeri sendi biasa. Begitu juga dengan kelemahan saat mengangkat lengan atau kesulitan melakukan gerakan sederhana seperti menyisir rambut, yang biasanya menandakan keterlibatan tendon atau otot, bukan hanya sendi itu sendiri.

Berbeda dengan sendi seperti lutut, di mana biasanya lebih mudah membedakan jenis nyerinya, pada bahu batas ini mudah menjadi kabur. Karena itu, jika nyeri bahu berlangsung lebih dari beberapa hari, sebaiknya diperiksakan langsung oleh spesialis, bukan mencoba mendiagnosis sendiri berdasarkan gejala.

Apa yang harus dilakukan sesuai jenis nyeri

Jika Anda mengenali bahwa nyeri yang dialami adalah nyeri sendi, ada cara dan bahan alami yang dirancang khusus untuk mendukung perawatan sendi jangka panjang. Silakan lihat halaman kami tentang cara alami untuk membantu meredakan nyeri sendi untuk mengetahui beberapa pilihan yang didukung penelitian, atau halaman suplemen untuk sendi dan tulang jika Anda mencari dukungan tambahan jangka panjang.

Kapan harus ke dokter

Segera periksakan diri jika nyeri sendi disertai bengkak, kemerahan, atau rasa hangat pada satu atau lebih sendi, terjadi berulang kali dalam sebulan, atau berlangsung lebih dari tiga hari. Untuk nyeri otot, waspadai jika disertai demam, kelemahan yang tidak biasa, atau muncul tanpa penyebab aktivitas fisik yang jelas, karena ini bisa menandakan kondisi yang memerlukan penanganan lebih dari sekadar istirahat biasa.

Pertanyaan umum seputar nyeri otot dan sendi

Bisa, terutama pada area seperti bahu, di mana otot dan sendi berada sangat berdekatan, atau ketika satu cedera memengaruhi kedua struktur sekaligus.

Tidak selalu. Bisa disebabkan oleh keausan, cedera, peradangan sementara, atau dalam beberapa kasus kondisi autoimun. Hanya dokter yang bisa memastikan penyebab spesifiknya.

Ini respons umum dari sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus, dan biasanya membaik dengan sendirinya seiring tubuh melawan infeksi tersebut.

Tidak sepenuhnya. Kompres hangat lebih cocok untuk nyeri otot dan kekakuan sendi tanpa peradangan aktif, sementara kompres dingin lebih efektif saat ada bengkak atau peradangan yang terlihat jelas pada sendi.