Radang sendi bisa disebabkan oleh penipisan tulang rawan akibat usia, penyakit autoimun, atau penumpukan kristal asam urat, dan masing-masing jenis punya cara penanganan yang berbeda. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang gejalanya, apa yang menyebabkannya, dan apa yang bisa Anda lakukan.

Apa itu radang sendi

Radang sendi, atau artritis, adalah peradangan yang terjadi pada satu atau beberapa sendi, membuatnya kaku, nyeri, dan sulit digerakkan. Ada lebih dari seratus jenis radang sendi yang teridentifikasi, tapi tiga yang paling umum adalah osteoartritis (akibat penipisan tulang rawan), artritis reumatoid (penyakit autoimun), dan asam urat (akibat penumpukan kristal di sendi).

Selain ketiga jenis utama tersebut, ada juga reactive arthritis, yang muncul sebagai reaksi peradangan akibat infeksi di bagian tubuh lain, misalnya infeksi bakteri di saluran kemih, dan septic arthritis, yang disebabkan langsung oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur di dalam sendi itu sendiri, biasanya menyerang satu sendi besar seperti lutut atau pinggul. Radang sendi bisa dialami oleh semua golongan usia, termasuk remaja dan anak-anak, meski paling sering terjadi pada orang berusia di atas 40-50 tahun.

Gejala radang sendi

Gejala umum yang muncul pada hampir semua jenis radang sendi meliputi nyeri sendi, kekakuan (terutama di pagi hari), bengkak, dan berkurangnya rentang gerak. Sensasi berderak atau bergesekan saat sendi digerakkan juga sering dilaporkan, terutama pada osteoartritis, akibat gesekan langsung antar tulang setelah tulang rawan menipis.

Gejala bisa berbeda tergantung jenisnya. Asam urat biasanya ditandai dengan serangan nyeri hebat yang muncul mendadak, sering di malam hari, disertai bengkak dan kemerahan pada satu sendi, paling sering di jempol kaki. Artritis reumatoid, sebaliknya, cenderung memengaruhi beberapa sendi sekaligus secara simetris (kedua sisi tubuh), dan bisa disertai gejala di luar sendi seperti kelelahan, demam ringan, atau gangguan pada mata dan kulit.

Pada anak-anak, radang sendi (dikenal sebagai artritis juvenil) tidak selalu mudah dikenali, karena gejalanya bisa berbeda dari orang dewasa. Selain kekakuan dan bengkak pada sendi, orang tua perlu waspada terhadap tanda seperti pincang tanpa sebab yang jelas, demam yang terus-menerus, ruam kulit, mudah marah atau rewel tanpa alasan, kelelahan berlebihan, dan gangguan penglihatan, karena beberapa jenis artritis juvenil juga bisa memengaruhi mata.

Penyebab radang sendi

Osteoartritis disebabkan oleh keausan tulang rawan seiring waktu, sehingga bagian ujung tulang yang seharusnya dilapisi tulang rawan menjadi lebih mudah bergesekan langsung. Artritis reumatoid berbeda sama sekali: ini adalah kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang membran sinovial (lapisan yang membungkus sendi), menyebabkan peradangan yang lama-kelamaan merusak tulang rawan dan tulang di dalamnya. Asam urat terjadi ketika tubuh memiliki kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah, yang kemudian membentuk kristal tajam di sekitar sendi.

Beberapa faktor risiko juga meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami radang sendi, tidak tergantung jenisnya secara spesifik. Jenis kelamin berperan pada osteoartritis, yang cenderung lebih memengaruhi perempuan dibanding laki-laki. Pekerjaan yang membutuhkan gerakan fisik berulang, seperti sering berlutut, mengangkat beban berat, atau naik turun tangga, juga meningkatkan risiko kerusakan sendi seiring waktu, terutama pada sendi lutut dan pinggul yang menopang berat badan.

Penyebab radang sendi pada usia muda

Ini adalah poin yang penting untuk dipahami dengan jelas: radang sendi pada usia muda biasanya bukan disebabkan oleh keausan sendi, karena osteoartritis memang jarang terjadi tanpa faktor usia atau cedera berat sebelumnya. Pada kelompok usia muda, radang sendi lebih sering dikaitkan dengan artritis reumatoid (yang bisa muncul di usia berapa pun, termasuk pada anak-anak sebagai artritis juvenil), reactive arthritis akibat infeksi bakteri di bagian tubuh lain, atau asam urat yang dipicu oleh pola makan dan gaya hidup, bukan hanya faktor penuaan.

Membedakan hal ini penting, karena arah pengobatannya jauh berbeda: radang sendi akibat autoimun memerlukan pengobatan yang menekan aktivitas sistem imun, sementara radang sendi akibat keausan lebih berfokus pada pengelolaan gejala dan menjaga fungsi sendi yang tersisa.

Apakah radang sendi lutut bisa sembuh?

Jawabannya berbeda tergantung penyebabnya, dan di sinilah pentingnya kejujuran. Osteoartritis lutut bersifat degeneratif, artinya tulang rawan yang sudah rusak tidak bisa tumbuh kembali seperti semula, sehingga fokus penanganan lebih pada memperlambat perkembangannya dan mengelola nyeri, bukan menyembuhkan secara total.

Untuk artritis reumatoid, rekomendasi resmi dari Perhimpunan Reumatologi Indonesia menegaskan bahwa penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan secara permanen, tapi target utama pengobatannya adalah mencapai remisi, yaitu kondisi ketika gejala menjadi stabil dan minimal, laju endap darah normal, dan sendi tidak lagi bengkak. Diagnosis dan pengobatan dini dengan obat pemodifikasi penyakit (DMARD) sangat menentukan: hampir separuh pasien yang diobati sejak awal berpotensi mencapai remisi berkelanjutan, meski sekitar 10% penderita tetap mengalami disabilitas cukup parah meski sudah mendapat pengobatan penuh.

Jika Anda mengalami radang sendi lutut secara spesifik dan ingin memahami lebih dalam tentang kondisi lutut, silakan lihat halaman kami tentang nyeri lutut.

Cara mengatasi radang sendi

Penanganan radang sendi bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya, mulai dari kompres dan bahan alami untuk gejala ringan, hingga obat resep dan dalam beberapa kasus tindakan operasi untuk kasus yang lebih serius. Kami sudah membahas secara mendalam berbagai cara dan bahan alami yang bisa membantu meredakan gejala ringan hingga sedang, termasuk kompres, kunyit, jahe, dan olahraga ringan, di halaman kami tentang cara alami untuk membantu meredakan nyeri sendi.

Kapan harus ke dokter

Jika nyeri sendi disertai bengkak yang jelas, kemerahan, demam, atau muncul di beberapa sendi sekaligus secara tiba-tiba, sebaiknya segera periksakan ke dokter, karena ini bisa menandakan proses autoimun atau infeksi yang memerlukan penanganan spesifik, bukan sekadar keausan biasa. Semakin cepat penyebabnya diidentifikasi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan sendi yang lebih parah di kemudian hari.

Cara melengkapi penanganan ini

Selain penanganan medis dan cara-cara alami, ada juga suplemen yang dirancang untuk mendukung kesehatan sendi dan tulang dalam jangka panjang. Silakan lihat halaman kami tentang suplemen untuk sendi dan tulang untuk mengetahui pilihan yang tersedia.

Pertanyaan umum seputar radang sendi

Tidak. Meski lebih sering pada usia di atas 40-50 tahun, radang sendi bisa dialami siapa pun, termasuk anak-anak dan remaja, tergantung jenis dan penyebabnya.

Osteoartritis disebabkan oleh keausan tulang rawan seiring waktu, sementara artritis reumatoid adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi secara keliru, biasanya memengaruhi lebih banyak sendi sekaligus.

Ini adalah mitos yang cukup umum, tapi tidak benar. Sayur dan makanan tinggi serat justru dianjurkan sebagai bagian dari pola makan yang mendukung pengelolaan radang sendi.

Bervariasi, tapi diagnosis dan pengobatan yang dimulai sejak dini memberikan peluang lebih besar untuk mencapai remisi, dibanding jika pengobatan tertunda.